Kemiri, Selasa (10/02/2026) Puskesmas Kemiri melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TB) di Panti Sosial Bina Laras 4 Desa Rancalabuh. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta warga di panti tersebut sebagai upaya deteksi dini serta pencegahan penularan TB di lingkungan dengan risiko tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan melakukan skrining aktif melalui wawancara gejala, pemeriksaan kesehatan, serta pengambilan sampel dahak bagi peserta yang menunjukkan tanda dan gejala TB, seperti batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, dan keringat malam. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menemukan kasus sedini mungkin agar dapat segera ditangani.
Kepala Puskesmas Kemiri dr. Abdul Yayi, M.I.P menyampaikan bahwa kegiatan ACF TB merupakan langkah strategis dalam mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis. “Lingkungan panti sosial memiliki potensi risiko penularan yang lebih tinggi karena aktivitas bersama dan hunian kolektif. Oleh karena itu, skrining aktif seperti ini sangat penting untuk memutus rantai penularan,” ujarnya.
Selain pemeriksaan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai cara pencegahan TB, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan ventilasi ruangan, serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan hingga tuntas bagi pasien yang terdiagnosis.
Dengan terlaksananya kegiatan ACF TB yang diikuti 60 peserta ini, Puskesmas Kemiri berharap dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap TB, mempercepat penemuan kasus, serta menciptakan lingkungan panti sosial yang lebih sehat dan bebas dari penularan Tuberkulosis.
(puskesmas-kemiri/promkes/dal)
Nomor : PR/018-PKM KMR/II/2026