Pemicuan STBM Pilar 1–5 Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Desa Rancalabuh Menuju Lingkungan Sehat
Kemiri, 9 Juni 2026 – UPTD Puskesmas Kemiri kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar 1–5 yang dilaksanakan di Desa Rancalabuh pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga warga setempat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Pemicuan STBM merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk membangun kesadaran, kepedulian, dan kemandirian masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Pada kesempatan ini, pemicuan difokuskan pada Pilar 1 Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), 2 Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pilar 3 Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pilar 4 Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, serta Pilar 5 Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai kondisi sanitasi lingkungan dan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Petugas kesehatan memberikan edukasi secara interaktif mengenai dampak buruk sanitasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan, seperti meningkatnya risiko penyakit diare, infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit, hingga berbagai penyakit berbasis lingkungan lainnya.
Dalam sesi diskusi, peserta diajak untuk mengenali berbagai permasalahan sanitasi yang masih ditemukan di lingkungan sekitar. Warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun pada waktu-waktu penting, seperti sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah buang air besar, setelah membersihkan anak yang buang air, dan setelah beraktivitas. Kebiasaan sederhana ini terbukti efektif dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit menular.
Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi terkait pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman. Materi yang disampaikan meliputi cara penyimpanan air minum yang benar, pengolahan makanan yang higienis, serta upaya mencegah kontaminasi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada anggota keluarga.
Pada pilar pengelolaan sampah rumah tangga, warga didorong untuk mulai menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik serta memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna. Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat mengurangi risiko berkembangnya vektor penyakit seperti lalat, nyamuk, dan tikus.
Sementara itu, pada pembahasan pengelolaan limbah cair rumah tangga, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya saluran pembuangan air limbah yang memenuhi syarat kesehatan. Limbah cair yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan genangan, pencemaran lingkungan, serta menjadi tempat berkembang biaknya berbagai sumber penyakit. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk bersama-sama melakukan perbaikan pengelolaan limbah cair di lingkungan masing-masing.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh semangat. Warga terlihat antusias menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, serta berdiskusi mengenai solusi yang dapat diterapkan secara bersama-sama untuk meningkatkan kondisi sanitasi di Desa Rancalabuh. Melalui proses pemicuan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa perubahan perilaku hidup bersih dan sehat harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Kepala UPTD Puskesmas Kemiri dr Abdul Yayi, M.I.P berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan kesehatan. Dengan meningkatnya pemahaman dan komitmen masyarakat terhadap penerapan STBM Pilar 2–5, diharapkan Desa Rancalabuh dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan bebas dari penyakit berbasis lingkungan.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan, upaya peningkatan sanitasi di Desa Rancalabuh diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian target pembangunan kesehatan dan sanitasi yang berkelanjutan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemiri.
(puskesmas-kemiri/promkes/dal/ay/ss)
Nomor : PR/066-PKM KMR/VI/2026
Berita Lainnya
-
06 Jul 2026
Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di Desa Patramanggala Wujudkan Lingkungan Bersih dan Masyarakat Sehat
Kemiri, Jumat (03/07/2026) – Dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta ...
-
06 Jul 2026
Kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu Nanas Desa Legok Sukamaju
Kemiri, Rabu (01/07/26) Dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar yang berkesinambungan bagi ...
-
27 Jun 2026
Tes Kebugaran Jasmani Staf UPTD Puskesmas Kemiri di Stadion Mini Kemiri
Kemiri, Sabtu (20/06/26) – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan, kebugaran fisik, dan produktivitas kerja pegawai, ...
-
27 Jun 2026
Kunjungan Mentor Pelatihan FETP Frontline Kerja Sama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan EPICGHS di UPTD Puskesmas Kemiri
Kemiri, Sabtu (13/06/26) – Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang surveilans epidemiologi ...
-
27 Jun 2026
Skrining Tuberkulosis (TB) dan Kusta Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Posyandu Anggrek Desa Kemiri
Kemiri, Sabtu (13/06/26) – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta mendukung ...