Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
08 Sep 2026 176 pembaca ADMIN Puskesmas Kediri

Tingkatkan Penemuan Kasus Secara Dini, UPTD Puskesmas Kemiri Laksanakan Tracing TBC Terintegrasi CKG di Kantor Desa Kemiri

Kemiri, Senin, 7 September 2026 — Dalam rangka meningkatkan upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) secara dini serta mencegah terjadinya penularan di lingkungan masyarakat, UPTD Puskesmas Kemiri melaksanakan kegiatan Tracing TBC Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Desa Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, pada Senin, 7 September 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya aktif UPTD Puskesmas Kemiri dalam mendukung program penanggulangan dan eliminasi TBC. Pelaksanaan tracing dilakukan dengan pendekatan jemput bola, yaitu mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus melakukan pelacakan terhadap masyarakat yang berpotensi memiliki risiko tertular TBC, khususnya mereka yang memiliki riwayat kontak erat maupun kontak serumah dengan pasien TBC.

TBC merupakan salah satu penyakit menular yang membutuhkan perhatian serius karena penularannya dapat terjadi melalui udara ketika penderita TBC paru berbicara, batuk, atau bersin. Seseorang yang berada dalam satu lingkungan dengan penderita, terutama dalam kontak yang erat dan dalam waktu lama, memiliki risiko lebih besar untuk terpapar. Oleh karena itu, penemuan kasus sedini mungkin menjadi salah satu langkah penting untuk segera mendapatkan pengobatan dan mencegah penularan lebih lanjut.

Melalui kegiatan tracing TBC terintegrasi CKG ini, petugas kesehatan UPTD Puskesmas Kemiri melakukan serangkaian kegiatan mulai dari pendataan peserta, wawancara, identifikasi faktor risiko, skrining gejala TBC, serta pemeriksaan kesehatan lainnya sesuai dengan pelayanan CKG. Petugas juga memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit TBC, mulai dari cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, faktor risiko, pentingnya pemeriksaan, hingga langkah-langkah pencegahan penularan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman bahwa TBC dapat disembuhkan apabila ditemukan dan diobati secara tepat serta teratur. Masyarakat juga diimbau untuk tidak memberikan stigma atau diskriminasi kepada pasien TBC karena dukungan keluarga dan lingkungan sangat berperan dalam keberhasilan pengobatan.

Skrining dilakukan dengan menggali berbagai informasi terkait kondisi kesehatan dan riwayat kontak peserta. Beberapa kondisi yang menjadi perhatian dalam penemuan kasus TBC antara lain adanya kontak erat atau kontak serumah dengan pasien TBC, keluhan batuk yang menetap, serta kondisi atau faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena TBC.

Peserta yang berdasarkan hasil skrining ditemukan memiliki gejala atau faktor risiko kemudian diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan medis. Apabila ditemukan indikasi yang mengarah pada TBC, petugas akan melakukan tindak lanjut sesuai alur pelayanan program TBC, sehingga masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan diagnostik, pengobatan, pemantauan, maupun rujukan apabila diperlukan.

Integrasi kegiatan tracing TBC dengan CKG diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain mendukung penemuan kasus TBC, masyarakat juga dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanggulangan penyakit menular, tetapi juga menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kegiatan di Kantor Desa Kemiri ini juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara UPTD Puskesmas Kemiri dengan Pemerintah Desa Kemiri serta masyarakat. Dukungan lintas sektor sangat diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan berbasis masyarakat, terutama dalam menjangkau sasaran yang memiliki risiko dan memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang tepat.

Selain melakukan skrining, petugas juga mengingatkan masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari pencegahan penularan TBC. Masyarakat diimbau untuk menjaga ventilasi dan sirkulasi udara di dalam rumah, membiasakan etika batuk dan bersin, menggunakan masker apabila sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan atau berada di lingkungan berisiko, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

Keluarga juga memiliki peran penting dalam pencegahan dan pengendalian TBC. Apabila terdapat anggota keluarga yang sedang menjalani pengobatan TBC, keluarga diharapkan memberikan dukungan agar pasien dapat menjalani pengobatan secara teratur sampai tuntas. Selain itu, anggota keluarga maupun orang yang memiliki kontak erat dengan pasien perlu mengikuti proses skrining sesuai anjuran petugas kesehatan.

Melalui kegiatan tracing, UPTD Puskesmas Kemiri terus berupaya memperkuat penemuan kasus TBC secara aktif, tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pendekatan ini diharapkan dapat menemukan kasus lebih awal sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan dan risiko penularan kepada orang-orang di sekitarnya dapat ditekan.

Kegiatan tracing TBC terintegrasi CKG di Kantor Desa Kemiri juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta kepedulian masyarakat terhadap TBC. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami gejala, cara penularan, pencegahan, dan pentingnya pengobatan TBC sampai tuntas, diharapkan upaya pengendalian TBC di wilayah Kecamatan Kemiri dapat berjalan semakin optimal.

Kepala UPTD Puskesmas Kemiri dr Abdul Yayi, M.I.P berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan yang promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah desa, kader kesehatan, lintas sektor, dan seluruh elemen masyarakat. Upaya bersama tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat sekaligus mendukung percepatan eliminasi TBC.

Melalui semangat “Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TBC”, masyarakat diajak untuk tidak takut memeriksakan diri dan tidak memberikan stigma kepada pasien TBC. TBC bukanlah penyakit yang harus disembunyikan, tetapi penyakit yang harus dikenali, diperiksa, diobati, dan dicegah penularannya bersama-sama.

Dengan terlaksananya kegiatan tracing TBC terintegrasi CKG di Kantor Desa Kemiri, diharapkan semakin banyak kasus dapat ditemukan secara dini, mendapatkan penanganan yang tepat, serta dapat memutus mata rantai penularan TBC di masyarakat. Bersama UPTD Puskesmas Kemiri, mari tingkatkan kesadaran untuk rutin memeriksakan kesehatan, kenali gejala TBC, dan bersama-sama wujudkan masyarakat Kecamatan Kemiri yang sehat serta bebas TBC.


(puskesmas-kemiri/promkes/dal/ay/ss)

Nomor : PR/094-PKM KMR/IX/2026






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.