Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
28 Jul 2026 150 pembaca ADMIN Puskesmas Kediri

Sosialisasi Pengelolaan Arsip Tingkatkan Tata Kelola Administrasi di UPTD Puskesmas Kemiri

Kemiri, Selasa, 14 Juli 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola administrasi serta mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang tertib, efektif, dan akuntabel, tTim Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Arsip yang bertempat di Aula UPTD Puskesmas Kemiri pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh penanggung jawab program, tenaga kesehatan, tenaga administrasi, serta staf yang terlibat dalam pengelolaan dokumen dan arsip di lingkungan Puskesmas.

Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen UPTD Puskesmas Kemiri dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kearsipan. Arsip merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik karena berfungsi sebagai sumber informasi, alat bukti yang sah, serta bahan pertanggungjawaban dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, pengelolaan arsip yang baik menjadi salah satu indikator terwujudnya tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari pimpinan UPTD Puskesmas Kemiri yang menekankan pentingnya membangun budaya tertib arsip di lingkungan kerja. Dalam sambutannya disampaikan bahwa setiap dokumen yang dihasilkan oleh unit pelayanan, baik berupa surat menyurat, laporan kegiatan, dokumen keuangan, dokumen kepegawaian, maupun dokumen program kesehatan, memiliki nilai informasi yang harus dikelola sesuai ketentuan yang berlaku agar mudah ditemukan kembali ketika dibutuhkan.

Pada sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep dasar kearsipan, siklus hidup arsip, klasifikasi arsip, tata cara pemberkasan, penyimpanan, pemeliharaan, penggunaan, hingga proses penyusutan arsip. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan arsip aktif, arsip inaktif, dan arsip statis, serta pentingnya menerapkan sistem klasifikasi yang seragam agar pengelolaan dokumen menjadi lebih efektif dan efisien.

Selain teori, peserta memperoleh penjelasan mengenai praktik pengelolaan arsip yang benar di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan. Materi mencakup penataan dokumen berdasarkan kode klasifikasi, penggunaan daftar arsip, pemberian label pada berkas, penyimpanan sesuai retensi arsip, serta prosedur pemindahan dan pemusnahan arsip yang telah habis masa retensinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam sosialisasi ini juga dibahas pentingnya menjaga keamanan dan kerahasiaan dokumen, terutama arsip yang berkaitan dengan data kepegawaian, administrasi, serta dokumen pelayanan kesehatan yang memuat informasi penting. Pengelolaan arsip yang baik tidak hanya bertujuan menjaga kerapihan administrasi, tetapi juga melindungi informasi agar tetap utuh, aman, mudah diakses oleh pihak yang berwenang, dan terhindar dari risiko kehilangan maupun kerusakan.

Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan arsip di masing-masing unit kerja. Berbagai pertanyaan terkait penataan dokumen, penyimpanan arsip, retensi, hingga digitalisasi arsip dibahas bersama sehingga menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dalam mendukung pengelolaan administrasi yang lebih baik.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif mengikuti setiap sesi. Melalui diskusi dan berbagi pengalaman, diharapkan seluruh pegawai memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pengelolaan arsip sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan dan tata kelola organisasi.

Sosialisasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarunit dalam menciptakan sistem kearsipan yang lebih terintegrasi. Dengan adanya standar pengelolaan arsip yang seragam, setiap unit diharapkan mampu menyusun, menyimpan, dan mengelola dokumen secara sistematis sehingga memudahkan proses monitoring, evaluasi, audit, maupun penyusunan laporan program.

Pengelolaan arsip yang tertib akan memberikan banyak manfaat, di antaranya mempercepat pencarian dokumen, meningkatkan efisiensi kerja, mendukung proses pengambilan keputusan, mempermudah penyusunan laporan, serta menjadi bukti akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, seluruh pegawai diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama sosialisasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, UPTD Puskesmas Kemiri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola administrasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang profesional, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kearsipan diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas manajemen organisasi serta memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat.

Dengan semangat belajar, berbenah, dan terus meningkatkan mutu pelayanan, seluruh pegawai UPTD Puskesmas Kemiri diharapkan dapat membangun budaya kerja yang tertib administrasi, disiplin dalam pengelolaan dokumen, serta siap menghadapi berbagai tantangan pengelolaan informasi di era digital. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Kecamatan Kemiri.


(puskesmas-kemiri/promkes/dal/ay/ss)

Nomor : PR/077-PKM KMR/VII/2026






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.