Perkuat Peran Kader, UPTD Puskesmas Kemiri Gelar Pemberdayaan Kader Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
Kemiri - Jumat (21/8/26) UPTD Puskesmas Kemiri melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kader dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Aula UPTD Puskesmas Kemiri. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan kader kesehatan agar mampu berperan lebih aktif dalam membantu masyarakat melakukan pencegahan, deteksi dini, serta pengendalian berbagai penyakit menular di lingkungan tempat tinggalnya.
Kader kesehatan memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kedekatan kader dengan masyarakat menjadikan kader memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kesehatan, mengenali kondisi yang berpotensi menjadi masalah kesehatan, mengajak masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan, serta membantu petugas kesehatan dalam melakukan pemantauan di lingkungan.
Kegiatan pemberdayaan kader diawali dengan pembukaan dan penyampaian arahan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai jenis penyakit menular, cara penularan, faktor risiko, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan bersama di tingkat keluarga dan masyarakat.
Materi juga menekankan pentingnya deteksi dini dan pelaporan apabila ditemukan masyarakat yang mengalami gejala penyakit menular atau memiliki faktor risiko tertentu. Kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan sehingga permasalahan kesehatan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sedini mungkin.
Dalam kegiatan tersebut, kader diberikan edukasi mengenai penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai salah satu langkah sederhana namun penting dalam mencegah penularan penyakit. Kader didorong untuk mengajak masyarakat membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta memastikan lingkungan rumah memiliki ventilasi dan sanitasi yang baik.
Kader juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengendalian faktor risiko penyakit. Lingkungan yang bersih, sehat, dan terawat dapat membantu mengurangi berbagai risiko penularan penyakit, termasuk penyakit yang ditularkan melalui udara, makanan dan minuman, kontak langsung, maupun vektor seperti nyamuk.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pencegahan penyakit menular adalah pengendalian penyakit berbasis lingkungan dan vektor. Kader diharapkan dapat berperan dalam mengajak masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin, menjaga kebersihan tempat penampungan air, serta melakukan pemantauan lingkungan secara berkala untuk mencegah berkembangnya vektor penyakit.
Selain itu, kader juga diberikan penguatan mengenai pentingnya imunisasi dalam mencegah berbagai penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. Kader diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat agar memenuhi imunisasi sesuai jadwal dan memberikan informasi yang benar kepada keluarga mengenai manfaat imunisasi.
Dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular, peran keluarga juga sangat penting. Kader diharapkan mampu menyampaikan pesan kesehatan secara sederhana dan mudah dipahami, sehingga masyarakat dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan mulai dari lingkungan keluarga.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan komunikasi, edukasi, dan penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat. Kader diharapkan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu mengajak masyarakat untuk melakukan tindakan nyata dalam menjaga kesehatan.
Melalui pemberdayaan ini, kader didorong untuk lebih peka terhadap berbagai permasalahan kesehatan di wilayahnya. Apabila menemukan warga dengan gejala yang mengarah pada penyakit menular, kader diharapkan dapat memberikan edukasi awal, mendorong warga untuk segera memeriksakan diri, serta berkoordinasi dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan tindak lanjut yang sesuai.
Penguatan kapasitas kader juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan surveilans berbasis masyarakat. Informasi dari masyarakat dan kader dapat menjadi bagian penting dalam membantu petugas kesehatan mengenali adanya peningkatan kasus atau kejadian penyakit tertentu di suatu wilayah.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pemberdayaan kader juga menekankan bahwa pencegahan dan pengendalian penyakit menular membutuhkan kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Upaya kesehatan tidak dapat hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah desa, kader, keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat.
UPTD Puskesmas Kemiri terus berupaya meningkatkan kemampuan kader melalui kegiatan pembinaan dan pemberdayaan secara berkesinambungan. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader, diharapkan pesan-pesan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat hingga ke tingkat keluarga.
Kader yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Mulai dari mengajak masyarakat menerapkan PHBS, menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pencegahan penyakit, meningkatkan kepatuhan imunisasi, hingga mendorong masyarakat untuk segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit.
Pelaksanaan kegiatan pada 21 Agustus 2026 ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sistem pencegahan penyakit menular yang lebih responsif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemiri. Dengan kader yang aktif dan masyarakat yang memiliki kesadaran kesehatan yang baik, berbagai risiko penularan penyakit diharapkan dapat diminimalkan.
Diharapkan ilmu dan informasi yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan oleh para kader di wilayah masing-masing dan diteruskan kepada masyarakat. Kader juga diharapkan terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Kemiri apabila menemukan permasalahan atau kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Melalui pemberdayaan kader, penguatan edukasi, deteksi dini, serta kolaborasi dengan masyarakat, Kepala UPTD Puskesmas Kemiri dr Abdul Yayi, M.I.P berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi seluruh masyarakat.
Kader sehat, kader berdaya, masyarakat terlindungi. Bersama cegah penyakit menular, mulai dari keluarga dan lingkungan sekitar!
UPTD Puskesmas Kemiri — Bersama Kader, Bersama Masyarakat, Wujudkan Kemiri Sehat.
(puskesmas-kemiri/promkes/dal/ay/ss)
Nomor : PR/089-PKM KMR/VIII/2026
Berita Lainnya
-
05 Sep 2026
Posyandu Mawar Desa Kemiri Laksanakan Posyandu ILP untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Kemiri, 3 September 2026 – Dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di ...
-
05 Sep 2026
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Bersama UPTD Puskesmas Kemiri Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Kawasan Tanpa Rokok di Kecamatan Kemiri
Kemiri, 1 September 2026 – Dalam rangka memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta mendorong ...
-
28 Aug 2026
UPTD Puskesmas Kemiri dan 11 Puskesmas Lain Berpartisipasi dalam Cek Kesehatan Gratis Bersama Gubernur Banten di Kantor Kecamatan Mauk
Perkuat Deteksi Dini dan Pelayanan Kesehatan, 12 Puskesmas Kabupaten Tangerang Bersinergi dalam CKGKemiri, 27 Agustus ...
-
28 Aug 2026
Perkuat Peran Kader, UPTD Puskesmas Kemiri Gelar Pemberdayaan Kader Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
Kemiri - Jumat (21/8/26) UPTD Puskesmas Kemiri melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kader dalam Pencegahan dan Pengendalian ...
-
28 Aug 2026
Posyandu ILP Kenanga Desa Kemiri, Perkuat Pelayanan Kesehatan Terintegrasi bagi Masyarakat
Kemiri - (7/8/26) UPTD Puskesmas Kemiri melaksanakan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu ...