Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
28 Jul 2026 199 pembaca ADMIN Puskesmas Kediri

Rapat Koordinasi Pemantapan Bina Wilayah Desa Karang Anyar Tahun 2026 Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Kemiri, Senin, 6 Juli 2026 – UPTD Puskesmas Kemiri bersama Pemerintah Kecamatan Kemiri menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pemantapan Bina Wilayah (Binwil) Desa Karang Anyar Tahun 2026 yang bertempat di Aula Kecamatan Kemiri pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen lintas sektor guna mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan, khususnya di bidang kesehatan masyarakat di wilayah Desa Karang Anyar.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh unsur Kecamatan Kemiri, Pemerintah Desa Karang Anyar, UPTD Puskesmas Kemiri, perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta perwakilan lintas sektor yang memiliki peran strategis dalam pembangunan kesehatan. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan mencerminkan semangat kolaborasi untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui pendekatan Bina Wilayah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari unsur Kecamatan Kemiri yang menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor sebagai fondasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Dalam sambutannya disampaikan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan aktif dari pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.

Selanjutnya, tim dari UPTD Puskesmas Kemiri memaparkan kondisi kesehatan masyarakat Desa Karang Anyar berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi program kesehatan sepanjang tahun 2026. Pemaparan tersebut mencakup capaian program prioritas, tantangan yang masih dihadapi, serta strategi yang akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah binaan.

Berbagai isu kesehatan menjadi fokus pembahasan dalam rapat ini, di antaranya peningkatan cakupan imunisasi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, percepatan penemuan dan pengobatan Tuberkulosis (TBC), pengendalian penyakit tidak menular, penanggulangan stunting, peningkatan kualitas sanitasi lingkungan, pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), pemberdayaan kader kesehatan, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta upaya pencegahan dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan.

Peserta rapat juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Bina Wilayah yang telah berjalan. Melalui forum diskusi, masing-masing sektor menyampaikan berbagai capaian, kendala, serta usulan solusi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan. Diskusi berlangsung secara aktif dan konstruktif, sehingga menghasilkan berbagai masukan yang akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana tindak lanjut.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah perlunya memperkuat peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Kader diharapkan terus meningkatkan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, penerapan PHBS, pemanfaatan Posyandu ILP, deteksi dini faktor risiko penyakit, serta kepatuhan masyarakat terhadap program-program kesehatan yang dilaksanakan pemerintah.

Selain itu, rapat juga membahas pentingnya penguatan surveilans kesehatan berbasis masyarakat, peningkatan pelaporan dari tingkat desa, serta optimalisasi kerja sama lintas program dan lintas sektor dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan yang muncul di wilayah binaan. Pendekatan kolaboratif dinilai mampu mempercepat pencapaian target indikator kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, seluruh peserta menyepakati komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam pelaksanaan Bina Wilayah. Setiap sektor diharapkan menjalankan perannya secara aktif sesuai dengan tugas dan fungsinya sehingga berbagai program pembangunan, khususnya di bidang kesehatan, dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rapat koordinasi diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan Bina Wilayah di Desa Karang Anyar. Rencana tersebut meliputi peningkatan kegiatan promotif dan preventif, pembinaan kader kesehatan, monitoring dan evaluasi program secara berkala, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan di tingkat desa.

Melalui Rapat Koordinasi Pemantapan Bina Wilayah Tahun 2026 ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam mendukung tercapainya pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. UPTD Puskesmas Kemiri berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui penguatan kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan semangat kebersamaan, koordinasi, dan gotong royong, diharapkan seluruh program kesehatan di Desa Karang Anyar dapat berjalan secara efektif, sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mewujudkan Kecamatan Kemiri yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.


(puskesmas-kemiri/promkes/dal/ay/ss)

Nomor : PR/075-PKM KMR/VII/2026






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.