Perkuat Penemuan Kasus dan Deteksi Dini, UPTD Puskesmas Kemiri Laksanakan Tracing TBC Terintegrasi CKG di Desa Rancalabuh
Kemiri - (6/8/26) Dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit, UPTD Puskesmas Kemiri melaksanakan kegiatan Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Desa Rancalabuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang dilaksanakan untuk mendekatkan akses skrining kepada masyarakat sekaligus memperluas penemuan kasus TBC secara aktif. Melalui kegiatan tracing, petugas kesehatan melakukan penelusuran terhadap masyarakat yang memiliki faktor risiko maupun riwayat kontak dengan pasien TBC, sehingga apabila terdapat seseorang yang mengalami gejala atau memiliki indikasi TBC dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan tindak lanjut.
Pelaksanaan tracing TBC yang terintegrasi dengan CKG juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan. Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus mendapatkan edukasi mengenai berbagai faktor risiko penyakit.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Desa Rancalabuh Bapak A. Nawadir, registrasi dan pendataan peserta yang datang ke lokasi pelayanan. Petugas kemudian melakukan proses skrining dan wawancara untuk mengetahui kondisi kesehatan, riwayat kontak, serta faktor risiko yang dimiliki oleh peserta. Proses ini dilakukan secara sistematis agar masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dapat teridentifikasi dengan baik.
Sasaran kegiatan tracing TBC meliputi masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap TBC, terutama kontak serumah dan kontak erat dengan pasien TBC. Kelompok kontak menjadi salah satu sasaran penting karena seseorang yang tinggal atau sering berinteraksi dekat dengan pasien TBC memiliki kemungkinan terpapar bakteri penyebab TBC.
Selain kelompok kontak, kegiatan juga memperhatikan masyarakat dengan faktor risiko lainnya, di antaranya perokok, penderita diabetes melitus, serta balita dengan gizi kurang atau gizi buruk. Dengan menjangkau kelompok-kelompok tersebut, diharapkan proses penemuan kasus dapat dilakukan lebih optimal dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan dapat segera diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Pada kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi kesehatan mengenai TBC. Tenaga kesehatan menjelaskan mengenai pengertian TBC, penyebab dan cara penularannya, tanda serta gejala yang perlu diwaspadai, kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, pentingnya pemeriksaan, serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai gejala TBC yang perlu mendapatkan perhatian, seperti batuk yang berlangsung lama, demam, berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, tubuh terasa lemah, dan menurunnya nafsu makan. Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Salah satu bagian penting dalam proses tracing adalah skrining gejala dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap peserta yang memenuhi kriteria. Bagi peserta yang memerlukan pemeriksaan dahak, petugas memberikan penjelasan mengenai tata cara pengumpulan spesimen yang benar. Spesimen kemudian diproses sesuai dengan prosedur pelayanan TBC untuk mendukung pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam kegiatan terintegrasi CKG, masyarakat juga mendapatkan pelayanan skrining kesehatan sesuai dengan rangkaian pelayanan yang tersedia. Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta secara lebih menyeluruh serta mengidentifikasi faktor risiko penyakit sejak dini.
Melalui integrasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya berfokus pada pemeriksaan TBC, tetapi juga semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya secara umum. Deteksi dini berbagai faktor risiko kesehatan memungkinkan masyarakat memperoleh edukasi dan tindak lanjut yang lebih cepat sesuai dengan hasil pemeriksaan.
Selain memberikan pelayanan pemeriksaan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Petugas mengajak peserta untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga ventilasi dan sirkulasi udara di rumah, menerapkan etika batuk dan bersin, tidak membuang dahak sembarangan, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Masyarakat yang memiliki anggota keluarga atau orang terdekat yang sedang menjalani pengobatan TBC juga diimbau untuk memberikan dukungan selama proses pengobatan. Dukungan keluarga sangat penting untuk membantu pasien menjalani pengobatan secara teratur dan mencegah terjadinya putus obat.
Dalam kesempatan tersebut, petugas juga mengingatkan bahwa TBC bukan penyakit yang harus ditakuti atau distigmatisasi. TBC dapat disembuhkan apabila pasien mendapatkan pengobatan yang tepat dan menjalani pengobatan secara teratur sesuai dengan petunjuk tenaga kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak menjauhi atau memberikan stigma kepada pasien TBC, tetapi justru memberikan dukungan agar pasien dapat menyelesaikan pengobatannya.
Pelaksanaan kegiatan di Desa Rancalabuh tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Pemerintah Desa Rancalabuh, kader kesehatan, tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Kemiri, serta masyarakat berperan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat masyarakat.
Kader kesehatan juga memiliki peran strategis dalam membantu memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kegiatan skrining, mengajak masyarakat yang memenuhi kriteria untuk hadir, serta membantu petugas dalam melakukan pemantauan dan edukasi di lingkungan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan tracing TBC secara aktif dan terintegrasi dengan CKG, diharapkan masyarakat Desa Rancalabuh semakin memahami pentingnya deteksi dini, pemeriksaan kesehatan, dan pencegahan penularan TBC. Penemuan kasus secara lebih awal memungkinkan pasien mendapatkan pengobatan dan penanganan yang tepat sehingga risiko penularan kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar dapat ditekan.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen Kepala UPTD Puskesmas Kemiri dr Abdul Yyai, M.I.P untuk terus mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja. Upaya promotif dan preventif terus diperkuat melalui kegiatan edukasi, skrining, penemuan kasus secara aktif, serta tindak lanjut terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Keberhasilan pengendalian TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Masyarakat, keluarga, kader, pemerintah desa, dan seluruh lintas sektor memiliki peran yang sama pentingnya. Dengan adanya kepedulian dan partisipasi bersama, upaya memutus mata rantai penularan TBC dapat dilakukan secara lebih efektif.
UPTD Puskesmas Kemiri akan terus berupaya meningkatkan cakupan skrining dan penemuan kasus TBC di masyarakat serta memberikan pendampingan sesuai kebutuhan. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia dan tidak ragu untuk memeriksakan diri apabila memiliki gejala maupun faktor risiko TBC.
Mari bersama-sama lebih peduli terhadap kesehatan. Kenali gejalanya, lakukan pemeriksaan sedini mungkin, dukung pengobatan hingga tuntas, dan bersama-sama cegah penularan TBC di lingkungan keluarga serta masyarakat.
TBC bisa disembuhkan. Jangan takut diperiksa, jangan beri stigma, dan jangan putus pengobatan.
UPTD Puskesmas Kemiri — Bersama Masyarakat, Wujudkan Kemiri Sehat dan Bebas TBC.
(puskesmas-kemiri/promkes/dal/ay/ss)
Nomor : PR/086-PKM KMR/VIII/2026
Berita Lainnya
-
05 Sep 2026
Posyandu Mawar Desa Kemiri Laksanakan Posyandu ILP untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Kemiri, 3 September 2026 – Dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di ...
-
05 Sep 2026
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Bersama UPTD Puskesmas Kemiri Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Kawasan Tanpa Rokok di Kecamatan Kemiri
Kemiri, 1 September 2026 – Dalam rangka memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta mendorong ...
-
28 Aug 2026
UPTD Puskesmas Kemiri dan 11 Puskesmas Lain Berpartisipasi dalam Cek Kesehatan Gratis Bersama Gubernur Banten di Kantor Kecamatan Mauk
Perkuat Deteksi Dini dan Pelayanan Kesehatan, 12 Puskesmas Kabupaten Tangerang Bersinergi dalam CKGKemiri, 27 Agustus ...
-
28 Aug 2026
Perkuat Peran Kader, UPTD Puskesmas Kemiri Gelar Pemberdayaan Kader Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
Kemiri - Jumat (21/8/26) UPTD Puskesmas Kemiri melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kader dalam Pencegahan dan Pengendalian ...
-
28 Aug 2026
Posyandu ILP Kenanga Desa Kemiri, Perkuat Pelayanan Kesehatan Terintegrasi bagi Masyarakat
Kemiri - (7/8/26) UPTD Puskesmas Kemiri melaksanakan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu ...