PEMBERDAYAAN KADER JUMANTIK DI SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PERAN PESERTA DIDIK DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
Kemiri, Senin, 20 Juli 2026 – Dalam upaya meningkatkan peran serta peserta didik dalam menjaga kesehatan lingkungan sekolah serta mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), UPTD Puskesmas Kemiri melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Sekolah pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu strategi promotif dan preventif yang bertujuan membentuk kader kesehatan di lingkungan sekolah agar mampu menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemantauan jentik nyamuk secara berkala.
Kegiatan diikuti oleh siswa-siswi yang telah ditunjuk sebagai Kader Jumantik, guru pendamping, serta petugas kesehatan dari UPTD Puskesmas Kemiri. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak sekolah serta petugas kesehatan yang menyampaikan pentingnya peran sekolah dalam mendukung upaya pengendalian penyakit berbasis lingkungan. Sekolah menjadi salah satu tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti apabila kebersihan lingkungan tidak dijaga dengan baik. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh warga sekolah, khususnya peserta didik, sangat diperlukan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas jentik.
Selanjutnya petugas kesehatan memberikan penyuluhan mengenai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), meliputi penyebab, cara penularan, gejala, tanda bahaya, hingga langkah-langkah pencegahannya. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai siklus hidup nyamuk Aedes aegypti serta berbagai tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk, seperti bak mandi, tempat penampungan air, dispenser, talang air, vas bunga, pot tanaman, barang bekas, maupun genangan air yang sering luput dari perhatian.
Dalam sesi edukasi, petugas menekankan pentingnya penerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penyimpanan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta melakukan upaya tambahan seperti menggunakan obat antinyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam ruangan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan. Para Kader Jumantik didampingi petugas kesehatan dan guru melakukan pemeriksaan jentik di berbagai titik lingkungan sekolah. Pemeriksaan dilakukan secara teliti pada tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, sekaligus memberikan contoh cara mengenali keberadaan jentik dan tindakan yang harus dilakukan apabila ditemukan tempat perkembangbiakan nyamuk. Hasil pemeriksaan dicatat sebagai bagian dari pemantauan lingkungan sekolah yang akan dilakukan secara rutin.
Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Para Kader Jumantik diharapkan mampu melaksanakan pemeriksaan jentik secara berkala, menjadi teladan bagi teman-temannya, serta mengajak seluruh warga sekolah untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membentuk kader kesehatan yang aktif, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong di kalangan peserta didik. Dengan adanya Kader Jumantik di sekolah, diharapkan upaya pencegahan DBD dapat dilakukan secara berkesinambungan melalui pemantauan jentik secara rutin dan pelaksanaan Gerakan 3M Plus.
UPTD Puskesmas Kemiri berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada Kader Jumantik Sekolah sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Sinergi antara tenaga kesehatan, pihak sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan bebas dari jentik nyamuk, sehingga dapat menurunkan risiko penularan Demam Berdarah Dengue di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemiri.
Melalui kegiatan pemberdayaan ini diharapkan para Kader Jumantik mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi teman sebaya, keluarga, dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Pencegahan DBD merupakan tanggung jawab bersama, dan langkah sederhana seperti memeriksa keberadaan jentik secara rutin serta menerapkan Gerakan 3M Plus dapat memberikan dampak besar dalam melindungi kesehatan masyarakat.
(puskesmas-kemiri/promkes/dal/ay/ss)
Nomor : PR/080-PKM KMR/VII/2026
Berita Lainnya
-
22 Oct 2026
UPTD Puskesmas Kemiri Laksanakan Pelayanan Posyandu ILP di Posyandu Jeruk, Desa Legok Sukamaju
Kemiri, 15 Oktober 2026 – UPTD Puskesmas Kemiri melaksanakan kegiatan pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer ...
-
22 Oct 2026
UPTD Puskesmas Kemiri Laksanakan Tracing TBC Terintegrasi CKG dan Pengobatan Gratis di Desa Lontar, Warga Antusias Manfaatkan Pelayanan Kesehatan
Kemiri, 15 Oktober 2026 – UPTD Puskesmas Kemiri kembali melaksanakan kegiatan tracing Tuberkulosis (TBC) terintegrasi ...
-
22 Oct 2026
UPTD Puskesmas Kemiri Laksanakan Tracing TBC Terintegrasi CKG dan Pengobatan Gratis di Desa Patramanggala, Disambut Antusias Kepala Desa dan Masyarakat
Kemiri, 11 Oktober 2026 – UPTD Puskesmas Kemiri kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan ...
-
22 Oct 2026
Puskesmas Kemiri Laksanakan Tracing TBC Terintegrasi CKG dan Pengobatan Gratis di Desa Klebet
Kemiri, 9 Oktober 2026 – UPTD Puskesmas Kemiri terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui ...
-
06 Oct 2026
Kegiatan Prolanis UPTD Puskesmas Kemiri
Kemiri, 6 Oktober 2026 — UPTD Puskesmas Kemiri kembali melaksanakan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis ...