Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
28 Aug 2026 105 pembaca ADMIN Puskesmas Kediri

Monitoring dan Evaluasi TPPS Kecamatan Kemiri, Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Percepatan Penurunan Stunting

Kemiri - (6/8/26) Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Kinerja pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Aula Kecamatan Kemiri. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi, mengevaluasi capaian program, serta meningkatkan kinerja lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Kemiri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, unsur Kecamatan Kemiri, Petugas Gizi dan Bidan Desa UPTD Puskesmas Kemiri, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Kehadiran Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menjadi bagian penting dalam proses monitoring, evaluasi, dan penguatan pelaksanaan program di tingkat kecamatan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian arahan dan pemaparan terkait pelaksanaan program TPPS serta capaian kinerja yang telah dilakukan. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan.

Dalam proses evaluasi, dilakukan pembahasan mengenai capaian indikator kinerja, pelaksanaan intervensi, kondisi sasaran, serta berbagai kegiatan yang telah dilakukan di tingkat desa dan kecamatan. Data dan informasi yang tersedia menjadi bahan penting untuk mengetahui perkembangan program sekaligus menentukan langkah tindak lanjut yang lebih tepat sasaran.

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang turut memberikan arahan dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. Monitoring dari tingkat kabupaten diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap pelaksanaan program di lapangan serta memastikan kegiatan yang dilakukan oleh TPPS di tingkat kecamatan dan desa berjalan secara terarah dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Selain mengevaluasi capaian, kegiatan ini juga menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai kendala dan tantangan yang ditemukan dalam pelaksanaan program di lapangan. Permasalahan yang ditemukan dibahas secara bersama-sama untuk mendapatkan alternatif solusi dan rencana tindak lanjut yang dapat dilaksanakan oleh masing-masing pihak sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Upaya percepatan penurunan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Stunting tidak hanya berkaitan dengan masalah gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kesehatan ibu dan anak, pola asuh, kondisi sosial ekonomi, sanitasi, akses terhadap air bersih, lingkungan, serta akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pelaksanaan program TPPS. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, PKK, serta unsur lintas sektor lainnya memiliki peran masing-masing dalam mendukung pencegahan dan penanganan stunting.

Dalam bidang kesehatan, Kepala UPTD Puskesmas Kemiri dr Abdul Yayi, M.I.P terus mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui pelayanan promotif dan preventif. Kegiatan tersebut antara lain pemantauan kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan ibu hamil, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi serta balita, pelayanan Posyandu, pemberian edukasi gizi, pemantauan status gizi, imunisasi, serta tindak lanjut terhadap sasaran yang membutuhkan intervensi.

Pada tingkat masyarakat, kader kesehatan juga memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan. Kader membantu melakukan pemantauan sasaran, mengajak masyarakat memanfaatkan pelayanan Posyandu, memberikan informasi kesehatan, serta membantu menghubungkan masyarakat dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan permasalahan yang membutuhkan tindak lanjut.

Dalam kegiatan Monev tersebut, pentingnya ketepatan dan kualitas data juga menjadi perhatian. Data yang akurat dan diperbarui secara berkala diperlukan sebagai dasar dalam menentukan sasaran intervensi, memantau perkembangan kondisi masyarakat, mengevaluasi keberhasilan program, serta menyusun perencanaan kegiatan berikutnya.

Monitoring dan evaluasi juga diarahkan agar pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada pencapaian angka atau indikator, tetapi juga memastikan bahwa intervensi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Setiap sasaran yang membutuhkan perhatian diharapkan dapat teridentifikasi dan mendapatkan pelayanan serta pendampingan sesuai kebutuhannya.

Kelompok sasaran dalam upaya pencegahan stunting perlu mendapatkan perhatian secara berkesinambungan, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, hingga balita. Intervensi yang dilakukan sejak sebelum kehamilan hingga masa pertumbuhan anak menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Melalui forum Monev ini, seluruh pihak juga didorong untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi. Setiap kendala yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat segera dilaporkan dan dibahas bersama sehingga dapat ditentukan langkah penyelesaian secara cepat dan tepat.

Kehadiran Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang memberikan penguatan terhadap proses evaluasi sekaligus menjadi kesempatan bagi TPPS Kecamatan Kemiri untuk mendapatkan masukan mengenai peningkatan kualitas pelaksanaan program. Sinergi antara tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan dapat semakin memperkuat implementasi program di masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh unsur TPPS agar tidak hanya menjalankan kegiatan secara rutin, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap efektivitas kegiatan yang telah dilaksanakan. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun rencana tindak lanjut yang konkret, terukur, dan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Dengan adanya monitoring dan evaluasi secara berkala, diharapkan kinerja TPPS Kecamatan Kemiri semakin optimal dalam melaksanakan berbagai intervensi pencegahan dan penanganan stunting. Kolaborasi lintas sektor diharapkan terus diperkuat agar setiap program dapat menjangkau sasaran secara maksimal.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi TPPS dan Kinerja di Aula Kecamatan Kemiri pada 6 Agustus 2026 menjadi salah satu wujud komitmen bersama antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mempercepat upaya penurunan stunting.

Melalui kerja sama, koordinasi, pemanfaatan data yang tepat, serta pelaksanaan intervensi yang berkesinambungan, diharapkan Kecamatan Kemiri mampu terus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Bersama TPPS, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Kecamatan Kemiri, UPTD Puskesmas Kemiri, pemerintah desa, kader, dan seluruh masyarakat, kita perkuat kolaborasi untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, tumbuh optimal, dan bebas stunting.


(puskesmas-kemiri/promkes/dal/ay/ss)

Nomor : PR/087-PKM KMR/VIII/2026






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.