Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
23 Jul 2026 148 pembaca ADMIN Puskesmas Kediri

Kunjungan Mentor Pelatihan FETP Frontline


Kemiri, Sabtu (13/06/26) – Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang surveilans epidemiologi dan meningkatkan kualitas sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit, UPTD Puskesmas Kemiri menerima Kunjungan Mentor Pelatihan Field Epidemiology Training Program (FETP) Frontline yang merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan EPICGHS (Enhancing Public Health Institutions and Capabilities for Global Health Security) pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pendampingan peserta FETP Frontline agar mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ke dalam praktik nyata di lapangan.

FETP Frontline merupakan program pengembangan kapasitas tenaga kesehatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan petugas dalam melaksanakan surveilans epidemiologi, investigasi kejadian penyakit, analisis data kesehatan, serta respons cepat terhadap berbagai ancaman kesehatan masyarakat. Melalui program ini, peserta dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data sebagai fondasi dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat yang efektif.

Kegiatan kunjungan mentor diawali dengan penyambutan oleh Kepala UPTD Puskesmas Kemiri dr Abdul Yayi, M.I.P beserta pemegang program surveilans. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat, mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan sistem surveilans epidemiologi di tingkat puskesmas.

Dalam sambutannya, Kepala UPTD Puskesmas Kemiri dr Abdul Yayi, M.I.P menyampaikan apresiasi kepada tim mentor yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pembinaan dan pendampingan secara langsung kepada peserta pelatihan. Beliau menegaskan bahwa peningkatan kompetensi petugas surveilans merupakan salah satu investasi penting dalam mendukung transformasi sistem kesehatan, khususnya dalam menghadapi tantangan penyakit menular, penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), maupun masalah kesehatan masyarakat lainnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan perkembangan proyek lapangan (field project) yang telah dilaksanakan oleh peserta FETP Frontline di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemiri. Peserta mempresentasikan proses identifikasi masalah kesehatan prioritas, metode pengumpulan data, hasil analisis epidemiologi, interpretasi data, hingga rekomendasi yang telah disusun sebagai dasar penyusunan tindak lanjut program kesehatan.

Setiap peserta memperoleh kesempatan untuk menjelaskan proses pelaksanaan kegiatan secara rinci, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi selama melakukan pengumpulan data di lapangan. Mentor memberikan masukan konstruktif mengenai teknik analisis data, validitas informasi, penyusunan indikator, hingga penyajian hasil investigasi agar sesuai dengan kaidah epidemiologi dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pengelola program.

Salah satu fokus utama dalam kunjungan ini adalah memastikan bahwa seluruh tahapan pembelajaran FETP Frontline telah diterapkan secara optimal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Mentor tidak hanya mengevaluasi hasil akhir proyek lapangan, tetapi juga menilai proses berpikir analitis peserta dalam mengidentifikasi masalah, menentukan prioritas, melakukan investigasi, serta menyusun rekomendasi berbasis bukti (evidence-based decision making).

Selain sesi presentasi, mentor juga melakukan telaah terhadap berbagai dokumen pendukung surveilans, mulai dari pencatatan kasus, pelaporan rutin, validasi data, hasil analisis epidemiologi, hingga mekanisme pelaporan kepada dinas kesehatan. Pendampingan ini bertujuan memastikan bahwa sistem surveilans yang diterapkan di UPTD Puskesmas Kemiri berjalan sesuai standar, menghasilkan data yang berkualitas, dan mampu memberikan informasi kesehatan yang akurat serta tepat waktu.

Dalam sesi pembinaan, mentor menekankan bahwa surveilans epidemiologi merupakan salah satu pilar utama dalam sistem kesehatan masyarakat. Surveilans yang baik tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pencatatan dan pelaporan kasus, tetapi juga menjadi alat untuk mendeteksi secara dini munculnya penyakit, memonitor tren kejadian penyakit, mengidentifikasi faktor risiko, serta menjadi dasar dalam merencanakan intervensi kesehatan yang tepat sasaran.

Peserta juga memperoleh penguatan mengenai pentingnya menjaga kualitas data. Mentor menjelaskan bahwa data yang lengkap, valid, akurat, dan tepat waktu merupakan kunci keberhasilan dalam menyusun kebijakan kesehatan maupun menentukan langkah pengendalian penyakit. Oleh karena itu, seluruh petugas diharapkan memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pencatatan, pelaporan, dan analisis data kesehatan.

Diskusi berlangsung secara aktif dan interaktif. Berbagai permasalahan yang sering ditemui di lapangan dibahas bersama, seperti keterlambatan pelaporan kasus, kendala dalam pelaksanaan investigasi epidemiologi, koordinasi lintas program, keterlibatan masyarakat dalam pelaporan kasus, hingga strategi meningkatkan sensitivitas sistem surveilans. Mentor memberikan berbagai solusi praktis berdasarkan pengalaman lapangan serta standar pelaksanaan surveilans epidemiologi yang berlaku.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, mentor juga memberikan motivasi kepada peserta agar terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, kepemimpinan, dan kerja sama lintas sektor. Seorang petugas surveilans dituntut mampu bekerja secara sistematis, objektif, serta mampu menyampaikan hasil analisis kepada pengambil kebijakan dalam bentuk informasi yang mudah dipahami dan dapat segera ditindaklanjuti.

Sebagai bagian dari kegiatan mentoring, tim juga melakukan peninjauan terhadap implementasi hasil pelatihan di berbagai program kesehatan yang berkaitan dengan surveilans, seperti surveilans penyakit menular, pengendalian faktor risiko, kewaspadaan dini Kejadian Luar Biasa (KLB), serta koordinasi lintas program di lingkungan UPTD Puskesmas Kemiri. Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, mentor menyampaikan apresiasi atas komitmen UPTD Puskesmas Kemiri dalam mendukung pelaksanaan FETP Frontline. Dukungan dari pimpinan puskesmas, kolaborasi antarprogram, serta semangat belajar peserta dinilai menjadi modal penting dalam membangun sistem surveilans yang kuat, adaptif, dan responsif terhadap berbagai tantangan kesehatan masyarakat.

Kepala UPTD Puskesmas Kemiri berharap hasil dari proses mentoring ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat budaya kerja berbasis data, serta mengembangkan inovasi dalam pelaksanaan surveilans epidemiologi. Beliau juga menegaskan bahwa sistem surveilans yang berkualitas akan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan, percepatan deteksi penyakit, serta keberhasilan program-program kesehatan di wilayah kerja puskesmas.

Di akhir kegiatan, mentor bersama peserta menyusun rencana tindak lanjut sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan. Rencana tersebut mencakup penyempurnaan proyek lapangan, peningkatan kualitas analisis data, penguatan koordinasi lintas program, serta pengembangan strategi untuk meningkatkan sensitivitas dan ketepatan sistem surveilans di tingkat puskesmas. Seluruh peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani serta menyampaikan komitmen untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang epidemiologi lapangan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan komitmen antara UPTD Puskesmas Kemiri, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan EPICGHS dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di bidang surveilans epidemiologi.

Melalui Kunjungan Mentor Pelatihan FETP Frontline ini, diharapkan peserta mampu mengimplementasikan seluruh kompetensi yang telah diperoleh ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga sistem surveilans di UPTD Puskesmas Kemiri semakin berkualitas, mampu menghasilkan data yang akurat dan tepat waktu, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti dalam setiap program kesehatan. Dengan sumber daya manusia yang kompeten dan sistem surveilans yang kuat, UPTD Puskesmas Kemiri berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, responsif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan kesehatan nasional dan keamanan kesehatan global (Global Health Security).


(puskesmas-kemiri/promkes/dal/ay/ss)

Nomor : PR/069-PKM KMR/VI/2026






Konten Lainnya

Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.